Jurnal Karajata Engineering menjelaskan bahwa Tembok Penahan Tanah (TPT) tipe gravitasi adalah struktur yang dibangun untuk menahan tanah pada lereng yang kemantapannya tidak dijamin oleh tanah itu sendiri.
Secara umum, TPT dipakai ketika masalah utamanya adalah:
• tanah di lereng perlu ditahan agar tidak runtuh,
• ada jalan, bangunan, atau fasilitas di atas atau di bawah lereng yang harus dilindungi,
• Stabilitas lereng tidak cukup jika hanya mengandalkan kondisi tanah alami.
Kelebihan TPT
• Lebih tepat untuk menahan tekanan tanah pada titik lereng tertentu.
• Cocok untuk melindungi jalan, permukiman, atau aset yang berada dekat tebing.
• Dapat dirancang lebih spesifik berdasarkan kondisi tanah dan beban di lapangan.
Keterbatasan TPT
• Tidak bisa dipilih hanya karena “terlihat lebih kuat”.
• Jenis TPT harus mengikuti hasil kajian tanah, geometri lereng, drainase, dan beban di atasnya.
• TPT tidak boleh dipukul rata untuk semua lokasi. TPT adalah solusi teknis yang sangat bergantung pada data geoteknik, bukan sekadar keputusan visual.
2.Fungsi TPT
Fungsi utama dari konstruksi penahan tanah adalah menahan tanah yang berada dibelakangnya dari bahaya longsor akibat benda-benda yang ada atas tanah (perkerasan & konstruksi jalan, jembatan, kendaraan, dll).
Fungsi khusus yang dapat diberikan oleh pasangan batu adalah :
1. Pemanfaatan ruang dari suatu pembangunan jenis sarana dan prasarana lain
2. Pemeliharaan, penunjang umur dan bagian dari jenis sarana dan prasarana lain, misalnya: a. Dinding saluran irigasi, b. Prasarana tepi jalan kondisi khusus, c. Dan lain-lain
3. Perlindungan tebing
1. DATA KEBUTUHAN DESAIN
Pembuatan desain TPT biasanya membutuhkan data-data :
1. Potensi sarana dan prasarana yang sudah ada dan potensi sumber daya alamnya.
2. Tanah letak rencana /bentuk lokasi, – Jenis tanah, – Kedalaman tanah keras, – Lapisan air
tanah.
3.Data kondisi lokasi, lingkungan, dan peruntukan konstruksi
– Sungai → sebagai saluran irigasi – Jalan → sebagai pengaman tepi jalan
– Perlindungan tebing → keamanan sarana dan prasarana (jalan, pemukiman, dll) yang
ada diatas atau di bawahnya, pencegah gerusan.
– Tanggul → pencegah banjir, luapan air.
2. PERSYARATAN TEKNIS
Hal-hal teknis yang harus diperhatikam dalam Perencanaan dan Pelaksanaan Kegiatan TPT adalah sebagai berikut :
1. Ukuran / Dimensi. Rumus ancar-ancar dimensi TPT :
a. Lebar Atas (A) = H (tinggi tembok) dibagi 12. dan minimal lebar atas adalah 25 Cm .
b. Lebar dasar (B) = (0,47 s.d 0,7) dikalikan H
c. Tebal kaki dan tumit* (B1) = (1/8 s.d 1/6) dikalikan H.
d. Lebar kaki dan tumit* (B3) = (0,5 s.d 1) dikalikan B1.
2. Kestabilan Prasarana. Analisis kestabilan antara lain meliputi :
a. Analisa terhadap guling.
b. Analisa terhadap geser.
c. Daya dukung tanah dasar.
d. Patah tembok akibat gaya yang diterimanya.
3. Kemiringan Dinding. Minimal 50 : 1 (H dibanding B2).
4. Jenis Tanah. Jenis tanah juga harus diperhatikan dalam perencanaan, seperti :
a. Tanpa lapisan air tanah. Analisa tekanan yang terjadi tidak mencakup tekanan akibat
air/lapisan air tanah, dan indikator tanah yang berpengaruh adalah tanah dalam kondisi
biasa (kering udara).
b. Ada lapisan air tanah. Analisa tekanan yang terjadi mencakup tekanan akibat air/lapisan
air tanah, dan indikator tanah yang berpengaruh adalah tanah dalam kondisi jenuh**.
c. Tanah lempung. Analisa tekanan yang terjadi ada pengaruh daya lekat tanah (kohesi).
d. Tanah Pasir. Nilai daya lekat tanah untuk tanah pasir (murni) biasanya kecil atau = 0 dan
pengaruh daya lekatnya dapat diabaikan.
5. Bahan penyusun dapat diperkirakan sesuai dengan jenis konstruksi dari TPT tersebut, misalnya :
a. Batu yang digunakan biasanya batu kali atau batu gunung hitam.
b. Semen yang digunakan haruslah yang mempunyai jenis yang baik dan dapat
menggunakan Portland Cement (PC) atau Portland Cement Composit (PCC).
c. Pasir yang digunakan harus bebas dari bahan lain seperti tanah lempung,
sampah, atau kotoran lainnya.
6.Kualitas Adukan. Disesuaikan dengan desain yang direncanakan dan dapat mengikat bahan konstruksi dengan baik dan kuat, disyaratkan berat volumenya antara 2,0 s.d 2,3 t/m3 (PPI 1983).
5. PEMELIHARAAN dan PENINGKATAN TPT
Dalam hal pemeliharaan dan peningkatan dinding penahan tanah hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain :
1. Kebersihan lingkungan tepi sekitar dinding dari rumput-rumput atau tumbuhan
dengan akar yang dapat merusak dinding.
2. Kondisi saluran air/drainase air
3. Perlindungan terhadap bahan utama. Misalnya : – Untuk material batu kali dan
beton dapat dilakukan pelesteran. – Untuk material kayu perlindungan terhadap
rayap atau cuaca.