Tim peneliti dari Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan Institut Teknologi Bandung (ITB) berhasil mengembangkan material beton ramah lingkungan yang memanfaatkan limbah industri. Inovasi ini menggunakan fly ash dari pembangkit listrik dan slag dari industri baja sebagai pengganti sebagian semen.
Prof. Dr. Ir. Bambang Setiawan, ketua tim peneliti, menjelaskan bahwa beton ini tidak hanya lebih ramah lingkungan tetapi juga memiliki ketahanan terhadap sulfat yang lebih baik. "Kami berhasil mengurangi penggunaan semen hingga 40 persen tanpa mengorbankan kekuatan struktur," ungkapnya.
Penelitian ini telah dipublikasikan di jurnal internasional dan mendapat apresiasi dari Kementerian PUPR. Ke depannya, material ini akan diujicobakan pada proyek infrastruktur di Jawa Barat.